1. Pengertian Iman

Iman adalah percaya, iman kepada Rasul berarti percaya dan yakin bahwa ada Rasul yang diutus oleh Allah ketengah-tengah manusia, dan menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada ummat manusia.

Sebagaimana Firman Allah dalam QS, Al-Baqarah :151

151 Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami Telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

2. Dalil Naqli tentang iman kepada Rasul

285. Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. 2 :285)

3. Jumlah Rasul

Jumlah para Rasul yang diutus Allah sangat Banyak, diantaranya ada yang diceritakan dalam AL-qur’an ada yang tidak. Menurut Hadits Riwayat Ahmad jumlah Nabi adalah 124.000, sedangkan jumlah para Rasul adalah 315 orang.

“ Dari Abi zar ia berkata saya, bertanya Wahai Rasululah berapa jumlah para Nabi? Rasul menjawab sebanyak 124.000 orang diantara mereka termasuk Rasul sebanyak 315 orang, suatu jumlah yang besar’ (Riwayat Ahmad)

Dari jumlah itu yang tersebut namanya dalam AL-qur’an 25 orang yaitu :

Adam,Idris,Nuh,Hud,Soleh,Ibrahim,Luth,Ismail,Ishak,Yakub,Yusuf,Ayyub,Syuaib,Musa,Harun,

Dzulkifli,Dawud,Sulaiman,Ilyas,Ilyasa,Yunus,Zakaria,Yahya,Isa,Muhammad saw

4, Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi adalah orang yang mendapat Wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain, Rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan berkewajiban menyampaikan kepada orang lain.

5. Sifat-sifat Rasul

a. Basyariyan ( Manusiawi):

Para Nabi adalah Manusia biasa yang juga membutuhkan hal yang bersifat umum seperti makan, minum, menikah dan berketurunan dan sifat kemanusiaan lain.

20. Dan kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. (QS. Al-Furqan :20)

38. Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)[777]. (Arrad :38)

75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan[433]. perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu). (5:75)

188. Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.

26. (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

27. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

b. Maksum (terjaga)

Terlindung dari dosa dan salah dalam hal pemahaman agama, ketaatan dan penyampaian wahyu.

c. Ihtizam (Teguh)

– Siddik yaitu jujur

– Fathana yaitu cerdas

– Tablig yaitu menyampaikan dakwah

– Amanah yaitu dapat dipercaya