TAQWA SEMPURNA BUTUH NEGARA

Definisi taqwa : menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh laranganNya . Kenapa harus seluruhnya? Karena Hanya 1 saja perintah Allah di bantah oleh iblis, sudah cukup membuat ia terkutuk dan menjadi kekal di neraka. Dan 1 saja larangan Allah dilanggar oleh Nabiyullah Adam, sudah cukup membuat nabi adam dan siti khawa terusir dari syurga.
Bagaimana kalau berpuluh-puluh perintah dan berpuluh-puluh larangan Allah dilanggar setiap hari? Bukan karena kita tidak mau menjalankan perintah itu,Tetapi karena kita tidak BISA/ tidak BOLEH menjalankan nya? Kenapa demikian?. Karena perintah-perintah Allah itu ada sasarannya. Ada objek perintahnya. Ada 3 objek perintah dan larangan Allah, yaitu individu, masyarakat/ummat dan Negara.
Individu : Perintah menutup aurat, perintah puasa, larangan minum khamer atau berjudi.
Masyarakat/ummat : Perintah untuk tolong menolong, perintah berdakwah berjamaah
Negara:perintah melaksanakan hudud (hokum pidana islam), menegakkan ekonomi islam dll
Jika Negara tidak melaksanakan perintah-perintah tersebut, maka individu bukan hanya tidak bisa, bahkan dilarang mengamalkannya. Kita tidak mungkin melaksanakan perintah cambuk bagi pezina atau hokum potong tangan bagi pencuri. Kita juga tidak dapat menerapkan system keuangan islam secara individu.
Apa akibatnya jika Negara tidak melaksanakannya? Yang jadi akibat adalah MLM dosa, and DOSA investasi yang akan kita tumpuk-tumpuk setiap hari. Dosa investasi adalah dosa yang kita terima tanpa kita melakukan dosa itu. Kita diam saja menerima dosanya. APakah buktinya?
Jika ada kaum muslim yang berzina? Siapa yang berdosa? Jawabnya : bukan hanya pelaku yang berdosa , tetapi seluruh kaum muslimin berdosa, tidak melaksanakan perintah Annur ayat 2. Azzaniyatu wa zani fajliduu kulla wahidin minhumma miata jaldah…
Jika ada muslim yang membunuh, siapa yang berdosa? Jawabnya: bukan hanya si pembunuh yang berdosa, tetapi seluruh kaum muslimin berdosa. Si pembunuh berdosa melanggar larangan membunuh, kaum muslimin berdosa tidak menjalankan perintah Allah Surat Al Baqoroh 178. Ya ayyuhallazinaamanu kutiba ‘alaikumul qishoshu fil qotla… alayah
Jika ada muslim yang mencuri, siapa yang berdosa? Jawabnya: bukan hanya si pencuri yang berdosa, tetapi seluruh kaum muslimin berdosa. Si pencuri jelas berdosa, kaum muslimin berdosa tidak menjalankan perintah Allah Surat Al Maidah ayat 38. Wasysyariqu wasyariqotu faqto’u aidiyaumma..
Jika Negara tidak melaksanakannya, maka sebagian besar isi alquran itu hanya tinggal bacaan, tanpa realita, kita baca setiap hari, kita dalami lagunya, kita lombakan, tetapi pengamalannya tidak ada, dan padahal Allah telah berfirman :

Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Sekali lagi kita tidak mengerjakan apa yang kita baca dan katakan dari ayat suci alquran, bukan karena tidak MAU tetapi karena TIDAK BOLEH, kecuali ada institusi yang melaksanakannya.

Lalu bisakah kita sampai pada taqwa yang sempurna, jika demikian banyak hokum-hukum Allah tidak dapat kita jalankan? Jawabannya : Tidak bisa.

Lalu harus bagaimana tindakan kita agar menjadi muttaqin yang sempurna?
Kaidah ushul Fiqh menyatakan : “Ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib” – “Jika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib juga .” Jika kewajiban menjalankan seluruh syariat islam tanpa kecuali hanya dapat dilakukan jika ada Negara yang menjalankannya maka Keberadaan Negara seperti itu adalah wajib. Jika Negara seperti itu belum wujud maka mewujudkan Negara seperti itu adalah WAJIB, bahkan menjadi kewajiban terbesar BAGI SELURUH KAUM MUSLIMIN, karena keberadaanya menjadi prasyarat Dapat dilaksanakannya seluruh hukm Islam. Inilah makna sabda nabi :
“man mata wa laisa fi ‘unuqihi bai’atun mata mitatan jaahiliyyah” – barang siapa mati dan di pundaknya tidak ada baiat maka matinya adalah mati jahiliyah. Saat ini dipundak seluruh kaum muslimin tidak ada baiah, karena memang tidak ada imam/pemimpin yang dibaiah. Keberadaan pemimpin dan Negara seperti itu merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin. Itulah Negara islam/ Daulah Khilafah Islamiyah.

Sayangnya, tentang Negara islam ini, kita mengalami kekalahan opini yang sangat parah. Cuci otak yang sangat parah. Propaganda musuh-musuh islam telah mampu membalik cara berfikir kita Sehingga kewajiban terbesar agama ini justru menjadi momok terbesar yang orang sangat benci bahkan hanya sekedar untuk membicarakannya pun kalau bisa dihindari.

Cobalah kita renungkan, Kalau kita mendengar pakaian islam kita senang, kalau kita mendengar sekolah islam kita ingin anak-anak kita sekolah disana, kalau kita mendengar keluarga islam, budaya islam, rumah sakit islam atau ekonomi islam, kita merasa senang dan penuh harapan. Tetapi kenapa kalau kita mendengar Negara islam kita menjadi horror dan ketakutan? Jadi merasa sangat berdosa?

Cobalah kita pikirkan juga, apa salah kita kaum muslimin?
Jika orang komunis boleh membuat Negara komunis? Jika orang kapitalis boleh membuat Negara kapitalis? Jika orang liberal boleh membuat Negara demokrasi liberal? Kenapa orang islam tidak boleh membuat Negara islam?

Kalaulah yang tidak boleh, yang melarang, yang ketakutan dan yang membusukkan wacana Negara islam adalah orang-orang kafir tentu itu wajar saja, karena begitulah sunnatullahnya. Tetapi apa yang harus kita katakana jika yang menghambat, membusukkan wacana, dan ketakutan adalah ummat islam sendiri? Apa lagi yang harus kita katakana, kecuali Astaghfirullahal azimm.
Baraqallahu li wa laqum fil quranil azim wa nafa’ani wa iyakum bima fihi minal ayati wa zikril hakim wa taqaballa minna wa minkum tilawatahu, innahu huwal ghofururrahiim.
KHUTBAH II

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik
DOA:
INNALLAHA WA MALA IKATAHU YUSHOLLU NA ‘ALA NABI, YA AYYUHALLADZINA AMANU SHOLLU ‘ALAIHI WA SALLIMU TASLIMAA.

ALLAHUMMA SHOLI ‘ALA HABIBINA MUHAMMAD, WA ‘ALA ALIHI WA ASHABIHI WA MAN TABI’AHU BI IHSANI ILA YAUMIDDIN.

ALLAHUMMAGHFIR LIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT, WAL MU’MININA WAL MU’MINAT, AL AHYA’U MINHUM WAL AMWAT, INNAKA SAMI’UN QORIIBUN MUJIBUDDA’WAAT WA YA QODIYAHL HAJAT.

ALLAHUMMAGHFIRLANA DZUNUBANA, WA LI WALIDAINA WA LI IKHWANINA, ALLADZINA SABAQUNA BIL IMAN, WA LA TAJ’AL FI QULUBINA GHILLAL LILADZI NAAMANU, RABBANA INNAKA ROUFURRAHIIM.

ALLAHUMMA INNA NASALUKA, KHILAFATAN RASYIDATAN ‘ALA MINHAJI NUBUWWAH, TU’IZZUBIHAL ISLAM WAL MUSLIMIN, WA TUDZILLU BIHAL KUFRA WA AHLAH.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH, WA FIL AKHIRATI KHASANAH, WA QINA ADZABANNAR. SUBHANA ROBBIKA ROBBIL ‘IZZATI ‘AMMA YASIFUN, WA SALAMUN ‘ALAL MURSALIN, WAL HAMDULILLAHI RABBIL ‘ALAMIN.